Sebenernya siapakah yang perlu kita gumulkan sebagai pasangan hidup?

Semua pasti setuju, yang kita gumulkan adalah orang yang tentu saja kita suka,sayang dan katakanlah cocok ato nyambung. Setidaknya ada ” feel ” deh. Nah gimana kalo seandainya orang yang di ” feel” itu tidaklah seiman dengan kita ?? apakah patut kita gumulkan ??

Firman Tuhan mengatakan (2Korintus 6:14) ” Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

“Wah, kalo begitu jawabannya… orang yang kita gumulkan adalah yang seiman donk.Tapi ada sebagian lagi yang menjawab…Firman Tuhan mengatakan ( Lukas 15 : 7 ): “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

Nggak ada salahnya donk saya gumulkan orang yang nggak seiman.. kan bisa aja dia percaya sebelum maried dengan saya. Saya bisa membawa satu jiwa baru bagi Tuhan :p.

Firman Tuhan mengatakan ( Mat 5: 13 )
“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang…

ada sebagian lagi yang mungkin ngajuin pendapatnya kaya gini ..
1.Tidak menjamin sama sekali kok, orang yang maried dengan orang Kristen , banyak yang akhirnya bercerai ato tidak bahagia hidupnya dan sebaliknya orang yang nggak seiman malah bahagia, asal ada toleransi aja.

2. Gimana yah,habis selama ini yang saya naksir adalah orang yang nggak seiman.

3. Gimana yah,habis yang naksir sama saya juga orang yang nggak seiman.

Sering sekali ,kita bernegosiasi dengan Tuhan dan kadangkala membenarkan apa yang ingin kita lakukan dengan menggunakan Firman Tuhan … klo kamu masi melakukan hal itu .. berhenti.. berubahlah .. berdoa supaya Tuhan buka hatimu .. belajar TAAT ūüôā

Guys .. Apa yang Tuhan katakan itu semua bukan buat nyusahin kamu kok.. justru itu buat ngejagain kamu .. karena buat DIA kamu itu sangat berharga ..

Setiap pernyataan pasti ada pro dan kontra ..
balik lagi pilihan ada di tangan kalian .. DIA ga pernah memaksakan ..
tapi klo kamu sudah ambil keputusan .. jangan pernah salahin Tuhan buat setiap konsekuensi dari pilihan yang kamu buat ..

Terus gemana sih biar kita bisa nemuin pasangan yang dari Tuhan???

1. Menemukan
Amsal 31:10
Jangan pikir bahwa Tuhan akan mengantarkan jodohmu ke gua tempat kamu mengasingkan diri untuk berdoa. Untuk mendapatkan pasangan yang dari Tuhan, Tuhan nggak suruh kita berdiam di gua untuk berdoa siang dan malam, tapi Tuhan mau supaya kita menemukannya dalam hidup kita ini.
Jadi hidup aja normal sebagai anak Tuhan, nggak perlu jadi kuper tapi jangan ikut-ikutan dosa dunia. Bergaul yang bener, ikut terlibat dalam pelayanan, supaya jangan sampe kamu nemuin dia di ‚Äėnight club‚Äô! Bahaya tuh, karena bisa-bisa dapet anak hantu, bukan anak Tuhan. Jadi salah satu cara Tuhan adalah dengan mempertemukan kita sama pasangan kita, dan lingkungan yang paling mendukung buat Tuhan melakukan itu ya jelas di lingkungan yang bener (di pelayanan, di Gereja, di tengah-tengah anak muda yang mengasihi Tuhan, dsb). Bukan berarti kita boleh ke Gereja buat cari jodoh saja, tapi ke Gerejalah sungguh-sungguh buat cari Tuhan, siapa tahu Tuhan kasih bonus ketemu di situ.

2. Menunggu pernyataan Tuhan
Kalo kita udah mulai ngerasa suka ‚Äėkesetrum‚Äô kalo ketemu seseorang, alias naksir, mulailah bawa hal itu dalam doa. Minta tuntunan Tuhan, supaya kita jangan salah pilih.
Cara doanya gimana? Nggak usah susah-susah, kalo kamu inget sama dia, kamu doain aja dia. Doain aja apa yang kamu mau doain buat dia plus minta Tuhan tuntun kamu untuk bisa tahu apakah ini rencana Tuhan atau bukan. Mintalah supaya Tuhan angkat rasa seneng kita kalo ini ternyata bukan dari Dia, tapi minta Tuhan tambah-tambahkan kasih kita sama doi kalo emang ini dari Tuhan.
Doanya sampe kapan? Ya sampe kamu dapetin jawaban Tuhan, sampe kamu ngerasa yakin bahwa Tuhan mau kamu melangkah. Gimana denger suara Tuhan? Makanya kita perlu dari sekarang punya saat teduh yang teratur, sehingga kita sudah biasa merenungkan Firman Tuhan, dan mendengar tuntunan Tuhan. Banyak orang nggak pernah saat teduh, nggak pernah belajar intim dengan Tuhan, tapi waktu mau dapet jodoh pengen tanya Tuhan. Ya, agak susah buat dapet tuntunan Tuhannya.
Karena itu: ‚Äú… carilah dahulu Kerajaan Allah dengan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.‚ÄĚ (Matius 6:33)
Tapi ada juga lho penghalang bagi kita menemukan pasangan yang dari Tuhan, Tuhan sebenrnya dah mau kasih tapi kita sendiri yang menghalangi itu, atau karena ada hal-hal yang memang kita belum siap jadi jodohnya belum ditunjukin
1. Kurang bergaul.
Kalo kitanya nggak mau gaul, hal ini bisa jadi penghalang buat kita ketemu dengan si dia. Jadi gaul itu perlu, bukan gaul yang eksklusif, tapi gaul aja banyakan sama temen-temen kita di dalam Tuhan.2. Mempertahankan standar yang tidak mutlak
ada juga orang yang ‚Äėnggak dapet-dapet‚Äô gara-gara terlalu menekankan standar yang nggak mutlak. Apa sih standar yang mutlak? Seiman dan seimbang. Terus apa standar yang nggak mutlak itu? Misalnya: matanya harus biru, rambutnya harus ungu, hidungnya harus mancung 7 ¬ľ cm, mobilnya harus BMW, dsb. Kalo kita nekenin hal-hal ini bisa-bisa Tuhan udah ketemuin kita sama si dia tapi kitanya nggak nyadar. Jadi kita harus bener-bener peka sama pernyataan Tuhan nih.

.
3. Belum memenuhi syarat Tuhan untuk masuk masa pra-nikah.
Salah satu syarat untuk memasuki hubungan pra-nikah ini adalah: dewasa, baik dewasa secara umur maupun dewasa jiwa dan rohani. Jadi kalo belon dewasa, belon siap untuk membangun hubungan yang serius, rasanya Tuhan juga belon akan mempertemukan kita sama pasangan kita untuk memulai hubungan pra-nikah. Yang jelas kita kudu siap dulu. Jangan asal pacaran cuma biar status di FB gak lagi lajang.

Selamat memilih ūüôā

sumber : yesHEis.com Indonesia

Misi Tuhan Tidak Akan Dapat Dihentikan

Refrensi : Kisah Para Rasul 21 : 11

Pernahkah anda befikir bahwa rencana Tuhan dapat gagal?? ¬†Seperti halnya saat kita membuat perencanaan, tapi rencana itu gagal. Kadang kita selalu berfikir Tuhan sama seperti kita. Dia seorang perencana dan Dia dapat gagal. Tapi itu adalah pemikiran yang salah. Tuhan adalah sang pencipta agung yang tanpa cela dalam perencanaan-Nya. Bahkan Tuhan memperhatikan secara detail setiap rencana-Nya. Hal yang kadang dilihat gagal oleh manusia, sebenaarnya itu adalah sebuah “DETAIL” perencanaan yang sangat kompleks untuk kita cerna secara mentah-mentah. Butuh hikmat yang daripada-Nya saja untuk kita bisa mengerti ¬†seperti apakah yang sedang Tuhan rancangkan.

Seperti halnya saat kita melihat kisah dari seorang Paulus. Dalam pengabaran injil yang dia lakukan selalu terjadi berbagai macam masalah, seolah-olah Tuhan gagal menjaga utusan-Nya untuk memberitakan Firman-Nya. Tapi jika kita mau cermati lebih dalam lagi, ada sebuah hal yang benar-benar sangat detail yang Tuhan buat sampai akhirnya rencana itu menghasilkan buah yang luar biasa.

Kisah Para Rasul  Pasal 23  , Disitu diceritakan bagaimana kondisi Paulus karena pemberitaan Injil yang selama ini dia lakukan. Ada komplotan orang-orang Yahudi yang tidak suka dengan pemberitaan Paulus tentang Yesus. Dimana padahal awalnya Yesus datang untuk orang-orang Yahudi itu sendiri, tapi orang-orang Yahudi itu sendiri juga yang menolak berita tentang Yesus ini dan bahkan menghalang-halanginya. Komplotan-komplotan ini berusaha untuk selalu menggagalkan kegiatan Paulus bahkan menghasut orang-orang untuk menolak pemberitaanya.
Di Kisah 17 : 1-15″ menceritakan keributan yang terjadi di Tesalonika. Disini banyak orang-orang Yahudi yang tidak suka terhadap pemberitaan Injil yang dilakukan Paulus dimana banyak orang-orang Yunani telah menjadi percaya. Orang-orang Yahudi ini mengacaukan kota dan membuat gelisah pembesar-pembesar kota. Bahkan saat Paulus dan Silas melarikan diri ke Berea orang-orang Yahudi yang dari Tesalonika itu mengejar mereka dan menghasut orang-orang Berea dan menggelisahkan banyak orang. Bukan hanya di Tesalonika, bahkan saat Paulus di Korintus (Kisah 18:1-17) dia dihujat oleh orang-orang Yahudi, dia juga dibawa ke pengadilan (ayat 12)¬†karena dinilai melakukan penghujatan terhadap agama Yahudi dengan memberitakan Yesus dan mengajar orang untuk beribadah pada Tuhan yang bertentangan dengan hukum Taurat. Saat Paulus di Yerusalem, orang-orang Yahudi di Asia melihatnya di bait Allah dan menangkapnya (Kisah 21:27-36) ¬†bahkan mau dibunuh oleh komplotan-komplotan itu.

  • Dilematis dalam hidup, bagaikan diujung tanduk

Mungkin jika harus menyerah pada titik inilah Paulus akan meyerah. Apa yang dia lakukan seperti sia-sia belaka. Dia harus bersusah payah memberitakan Injil, tapi bahkan dia dianiaya oleh kaum, bangsa, atau bisa dibilang keluarganya atau saudaranya sendiri. Beberapa kali dia harus dipenjara (Kisah 16:19-40) , ditolak di banyak tempat, bahkan sampai akhirnya dia diperhadapkan ke Mahkamah Agama oleh bangsanya sendiri di Yerusalem. Mungkin pada titik inilah bisa dibilang Paulus ada di ujung tanduk. Dia dituntut dihukum mati, bahkan dia mau dibunuh sebelum keputusan pengadilan didapatkan (Kisah 23:12).
Kadang kita menghadapi kondisi semacam ini. Dimana kita sudah berbuat banyak untuk Tuhan, kita melayani dengan ¬†spenuh hati kita, tapi seakan semuanya sia-sia. Pelayanan kita dicela oleh saudara kita sendiri, terobasan yang kita coba berikan di pelayanan kita tidak diterima saudara kita sendiri. Bahkan kita tidak disukai, dihindari, dicela oleh mereka. Seperti sudah habis semuanya, tidak ada kesempatan lagi untuk kita bertahan. Semua seakan sia-sia bahkan seperti pemeliharaan Tuhan tidak kita dapatkan. Hal semacam ini sangat wajar dirasakan oleh anak-anak Tuhan. Bukan saja mereka yang berstatus pelayan, tapi semuanya. Saat kita sedang membuat terobosan dalam bisnis kita, kita sudah berdoa mohon petunjuk Tuhan, tapi semuanya gagal total bahkan menghasilkan masalah. Saat kita berdoa untuk pacar kita bisa menjadi istri kita, tapi akhirnya dia memutuskan kita. Saat kita sudah berjuang keras belajar untuk masuk kesalah satu perguruan tinggi favorit, kita sudah berjuang, berdoa, bahkan minta doa dari hamba Tuhan, sampai akhirnya mimpi kita itu sirna. Dan dalam kondisi ini seringnya kita akan merasa begitu dilematis¬†begitu galau¬†dan sangat susah untuk mengucap syukur yang benar2 dari hati. Yang kita butuhkan pada saat itu hanyalah minta pada Tuhan untuk menguatkan hati kita. Sama seperti Daud, begitu dilematis saat Daud masih dikejar-kejar oleh Saul, dia melarikan diri dan tinggal diantara orang Filistin, bahkan saat dia ke pulang kembali ke Ziklag tempat itu sudah di kalahkan bangsa Amalek dan kotanya dibakar habis, anak-anak bahkan istri Daud ditawan, dan Daud mau dilempari batu oleh rakyat (1Samuel 30:1-6) . Begitu miris, bahkan Daud tidak bisa menangis lagi kerena begitu dia merasa begitu terpojok, berada diujung tanduk. Yang bisa dilakukan Daud saat itu hanyalah menguatkan hatinya dan kepercayaannya pada Tuhan (ayat 6) . Situasi ini seperti begitu memupuskan pengharapan kita pada Tuhan. Tapi disinilah kita diuji untuk lebih tangguh lagi, untuk siap naik level dimata Tuhan dalam perencanaan-Nya yang lebih kompleks. Kita hanya butuh enjoy sama proses ini sampai akhirnya nanti kita akan tau maksud Tuhan dan bilang “Oh jadi aku seperti ini biar jadi gene tow”. Dalam kondisi dilema inilah kita sedang diproses Tuhan. Seberapa setiakah kita berjalan beriringan dengan Tuhan, peka dengan perkataan Tuhan dan meresponinya dengan tepat (1 Samuel 30:8). Penyerahan hati secara all out dibutuhkan dalam kondisi ini. Tuhan tau apa yang Dia lakukan. Dan Tuhan pasti akan membawa kita dalam perencanaan yang penuh dengan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. So enjoy The Process.

  • Kemana Processnya

Inilah yang akan kita tanyakan saat menghadapi processnya Tuhan. Kemana process ini akan dibawa? Akhirnya nanti akan seperti apakah? dan berbagai pertanyaan lain yang penuh keraguan. Mari kita lihat bagaimana Tuhan membawa kita masuk dalam misi perencanaan yang sangat luar biasa :

1. Misi Utama Tuhan, (Kisah Para Rasul 23 : 11)
Kisah 23:11 “Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Pada nas ini Tuhan memerintahkan Paulus untuk menguatkan hatinya, karena dia akan diutus ke Roma. Disinilah bagaimana Tuhan memberi tahu Paulus mau dibawa kemanakah semuanya itu. Paulus adalah orang yang begitu dekat dengan Tuhan. Setiap hal, perkara yang dia kerjakan selalu berdasarkan perintah Tuhan. Kedekatan inilah yang membuat Paulus mengerti dengan hatinya untuk kuat bertahan dalam penderitaannya dan bahkan Tuhan menemui dia secara langsung dan menyampaikan apa yang sedang Tuhan rencanakan dalam diri Paulus. Paulus tidak pernah mengeluh ataupun tawar hati, hal ini lah yang menjadikan dia begitu peka dengan pernyataan Tuhan. Jadi saat Tuhan memberitahu Paulus untuk pergi bersaksi ke Roma, Paulus sudah tau bagaimanakah nantinya dia akan dibawa Tuhan
Kadang tawarnya hati kita, dan kuatir yang kita rasakan membuat kita jadi tidak peka pada Tuhan. Kita tidak mengizinkan Tuhan berbicara melewati hati kita, karena dalam hati kita hanya penuh dengan keluhan dan kekuatiran. Suara Tuhan itu sungguh nyata membimbing kita, bahkan Tuhan mampu secara langsung datang dan memberitahu apa yang seharusnya kita lakukan. Seperti waktu Paulus ditahan di Markas militer Yahudi dia didatangi Tuhan bahkan Tuhan berdiri disampingnya untuk menguatkan hatinya. Yang kita butuhkan hanya mau terbuka dengan Tuhan, tanyakan apa yang menjadi kebimbangan kita, dan dengarkan suara-Nya dengan hati yg terbuka pula karena hanya dengan itulah kita baru akan tau mau dibawa kemana dalam proses ini.

2. Buah Dari Process Itu
Seperti halnya pohon, dia akan melalui beberapa fase dulu sebelum akhirnya berbuah. Dari mulai benih, kemudian benih itu disiram sampai akhirnya bertunas, berakar, bertumbuh, berbunga, dan baru berbuah lebat. Begitu juga dengan kita, Tuhanjuga menghendaki kita mengalami proses ini untuk kita bisa menghasilkan buah dalam setiap proses yang kita jalani.
Kisah Para Rasul 9:1-19a, disinilah benih awal itu ditaruh dalam hati Paulus. Dimana dia dipanggil Tuhan walaupun dari latar belakang yang bisa dibilang tidak layak karena segala kejahatan yang dia lakukan. Tapi disinilah Tuhan punya rencana, Tuhan memanggil Paulus menanam benih dalam diri Paulus dalam maksud dan tugas yang besar.

Kisah Para Rasul 9:15-16 (15) Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. (16) Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Disini bahkan Tuhan sudah menyatakan bahwa Paulus akan menderita bagi nama-Nya. Tapi tak henti-hentinya Tuhan menjaga Paulus dalam pemeliharaan sampai akhirnya pelayanan yang dia kerjakan menghasilkan banyak Buah,
BAnyak buah yang dihasilkan Paulus dalam proses pengadilannya. :

  1. Saat Paulus dipindahkan ke Kaisarea, ditempat tahanan Paulus dapat bersaksi dihadapan Feliks (Kisah Para Rasul 24: 24-25.)
  2. Paulus bisa bersaksi dihadapan Raja Agripa (Kisah Para Rasul 26:26-29)
  3. Misi Tuhan untuk membawa Paulus ke Roma. Perjalanan Paulus dibiayai pemerintah, bahkan keselamatan Paulus juga lebih terjaga karena selama di perjalanan dia dikawal oleh prajurit. Jadi nila ada yang ingin membunuhnya, Tuhan menjaga Paulus melalui prajurit-prajurit itu.
  4. Bahkan saat kapal yang ditumpangi Paulus kandas di Pulau Malta. Disitu Paulus dengan sangat leluasa memberitakan Injil, melakukan mujizat penyembuhan (Kisah Para Rasul 28:8-9), bahkan pemeliharaan Tuhan nyata atas Paulus dan rombongannya dimana segala kebutuhan mereka di cukupi oleh orang-orang Malta (Kisah Para Rasul 28:10)

Bayangkan, selama perjalanan Paulus ini sudah berapa banyak orang yang mendengar Injil. Bagaimana Tuhan menunjukan pemeliharaan-Nya untuk menggenapi Misi-Nya yang mulia.
Tuhan mau kita bisa seperti Paulus. Dengan hati yang rela untuk ditempa, dihajar, dipukul, dibentuk sampai akhirnya kita bisa menjadi bentuk yang indah. Tuhan mau kita menghasilkan buah dalam setiap proses yang kita jalani. Karena inilah Hakekat kita sebagai anak Tuhan untuk berbuah.

“Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. “

Tuhan menghendaki kita untuk berbuah banyak, bukan hanya masuk garis finish tanpa membawa hasil apa-apa. Kita butuh dimurnikan dan dibersihkan (“setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”)¬†supaya buah kita bisa menjadi banyak dan membahagiakan Pengusaha kita yaitu Allah itu sendiri. Karena saat kita tidak dapat berbuah “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya”. Kita akan dipotong dari pokok anggur yang benar yaitu Kristus.

3. Misssion Complete
Dalam perjalanan yang begitu panjang dan penuh kesulitan. Paulus akhirnya dapat sampai ke Roma dan dapat memberitakan kerajaan Allah disana (Kisah Para Rasul 28:30-31). Disinilah bukti dimana Tuhan punya rencana (Kisah Para Rasul¬†23:11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”)¬†dan Tuhan membuat rencana itu berhasil (Kisah Para Rasul 28:17-31).

Kesimpulan : Rencana Tuhan tidak dapat diselami oleh pemikiran manusia. Rencana Tuhan itu sempurna dan tak pernah gagal.

“Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Pacaran Yang Sehat

Pacaran yg sehat kaya gmn sih?
Banyak anak muda yang sekarang pacaran dengan gaya yang bebas, bukan kupu-kupu atau gaya dada, tapi gaya bebas. Come on…please…itu gak keren banged. Waktu loe bisa pacaran seenak loe sendiri loe kira loe keren, dan gue mesti bilang WOW sambil koprol 99x getu. Guys…Ayo kita mulai belajar bagaimana pacaran yang sehat dan sesuai dengan isi hati Tuhan. ūüôā ok let’s watching this video.
Pacaran yang sehat ala crew onecubed.tv,,mau tau…liat aja deh biar ga penasaran!!!

baca juga : (disini)

Kisah Nyata Andre yang Telah Pacaran Lebih Dari 20 Kali

Kisah Nyata Andre yang Telah Pacaran Lebih Dari 20 Kali

Kisah Nyata Andre yang Telah Pacaran Lebih Dari 20 Kali

baca juga : (disini)

Watching Other Video : (disini)

Nama saya Septian Andreas atau teman-teman biasa memanggil Andre. Usia saya sekarang 19 tahun. Namun sebelum saya berumur 16 tahun, saya sudah lebih dari 20 kali pacaran dan inilah kisah saya selengkapnya.

Background¬†keluarga¬†saya, saya adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan saya adalah anak perkawinan kedua dari orangtua saya.¬†Mama¬†papa¬†saya pisah, semenjak saya lahir,¬†papa¬†saya sudah pergi dan saya pun nggak pernah lihat dia sampai sekarang sampai akhirnya dia meninggal.”

“Kehidupan¬†keluarga¬†pun ya¬†berantem,¬†mama¬†samapapa¬†berantem.¬†Keluarga¬†kacau¬†lah. Ngerasa kesel samakeluarga¬†sendiri. Jadi lebih mencari ke pergaulan-pergaulan di luar”

“Setelah saya naik SMP, saya pindah ke Manado. Akhirnya saya ngerasa kehidupan¬†keluarga¬†saya hancur dan saya ngerasa¬†orang tua¬†saya ngga pernah merhatiin saya waktu saya di Manado. Saya sudah mengenal yang namanya pergaulan-pergaulan bebas. Di situ saya udah masuk ke dunia remaja. Saya sudah mulai terlibat sama yang namanya minuman keras. Jadi rokok juga, bahkan saya sering sekali yang namanya¬†pacaran, bahkan kalau dihitung pun saya sudah 20 kali¬†pacaran. Waktu itu, sempat teman-teman adakan sex party dan saya terlibat di dalamnya.”

“Setiap hari itu saya selalu ada aja yang namanya¬†pacaran, bahkan 1 hari saya bisa dua-atau tiga sekaligus¬†pacaran. Di saat itu juga saya ngerasa¬†pacaran¬†itu udah bukan satu lagi hal yang berbeda buat hidup saya karena¬†pacaran¬†itu udah menjadi sebuah keahlian dalam hidup saya karena seringnya saya gonta ganti pacar tanpa dilandasi yang namanya rasa yang benar-benar suka.”

“Saya sadar bahwa itu¬†pacaran¬†yang salah, tetapi di satu sisi saya gak peduli. Saya sakit kok. Saya ngga temuin¬†kasih¬†sayang¬†kok, otomatis mereka ngga¬†papa¬†lah kalau mereka gak temuin¬†kasih¬†sayang¬†dari saya. Saya pikir saya bakal temuin¬†kasih¬†sayang¬†yang baru,¬†kasih¬†sayang¬†yang saya gak dapetin dari¬†orang tua. Tapi ternyata saya salah, saya ngga nemuin¬†kasih¬†sayang¬†yang saya mau. Saya cuma nemuin yang ada kebosanan setiap harinya. Saya cuma ngerasain ya¬†pacaran¬†itu Cuma buat ya karena kalau kita anak muda kita musti ada pasangannya. Saya mau diterima teman-teman dengan gaya hiduo¬†pacaransaya, tapi ternyata saya salah karena¬†pacaran¬†itu menjerumuskan saya lebih dalam ke dalam yang namanya dosa”

“Sampai akhirnya satu titik saya waktu saya mau masuk umur 16 tahun, saat itu saya ulang tahun. Saya nemuin hal yang berbeda di dalam ulang tahun yang ke-16 itu karena di saat itu¬†Tuhan¬†mulai jamah hidup saya. Saat itu saya doa sama¬†Tuhan, saya mau berubah dari kehidupan saya yang hancur. Saya gak pernah minta kado apapun di ulang tahun yang ke16 ini, saya gak minta¬†orang tua¬†saya telepon saya atau datang dari Jakarta, tapiTuhan¬†saya minta¬†Tuhan¬†pulihin saya,¬†Tuhan¬†ubahkan hidup saya jadi lebih baik dari sekarang”

“Saya pikir kehidupan saya akan berubah saat itu juga, tapi ternyata ya saya ngga nemuin hal itu secara instan. Saat itu saya nemuin hal-hal yang ngga saya senang, hal-hal yang menurut saya¬†bad day, hari-hari yang benar-benar buruk, hari-hari yang benar-benar sial buat saya, tetapi ya¬†Tuhan¬†itu baik karena saat itu juga saya tahu ini ada rencana¬†Tuhandi dalam hidup saya dan mulai saat itu juga, di saat itu juga, detik itu juga, saya memutuskan hidup berubah, habis-habisan sama¬†Tuhan.”

“Dari situ saya benar-benar ngalamin yang namanya¬†kasih¬†sayang¬†seorang bapa dariTuhan¬†Yesus. Di saat saya ngalamin kesendirian, di saat saya ngalamin susah, di saat saya sedang sedih, waktu saya doa sama¬†Tuhan, waktu saya datang sama¬†Tuhan¬†Yesus, di situ saya ngerasain yang namanya bener-bener ini sosok Bapa yang bener”

“Buat saya,¬†Tuhan¬†Yesus¬†adalah segala-galanya di dalam hidup saya, bahkan kalau saya sampai bertahan hidup sampai sekarang ini, meskipun banyak masalah yang datang, saya cuma bertahan cuma karena¬†Tuhan¬†Yesus¬†karena saya pikir¬†Tuhan¬†Yesus¬†ya¬†is the bestlah”

“Ya kalau saya mau pikir hidup saya yang dahulu ya saya benar-benar ngerasa kesel sama diri saya yang dulu, ngerasa marah. Wah hidup saya ancur, parah, jijik ya. Kalau di mata orang-orang mungkin ya hidup saya ngga ada artinya lagi. Saya ngerasa wah ini malu-maluin banget.”

“Pada saat saya ngambil keputusan buat saya nerima¬†Tuhan¬†Yesus, ngikutin jalannyaTuhan¬†Yesus, saya mulai berubah cara pola pikir saya tentang yang namanya¬†pacarankarena saya pikir¬†pacaran¬†yang saya jalanin selama ini adalah¬†pacaran¬†yang cuma kepuasan diri sendiri, demi kehormatan diri sendiri, harga diri sendiri dan itu ternyata salah.”

“Masa muda saya udah jauh lewat jauh banget dari hadapan¬†Tuhan¬†dan saya mau balik sama¬†Tuhan. Saya akan bener-bener luangin waktu buat¬†Tuhan, persiapin waktu buatTuhan,¬†kasih¬†waktu yang terbaik buat¬†Tuhan,” tutup¬†Andre.

Sumber Kesaksian :

Septian Andreas

see videos : here

Merdeka Dari Kecanduan Pornografi

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allahdalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. (Roma 6 : 11, 12)

Pornografi adalah salah satu persoalan di bumi yang hingga kini masih dihadapi oleh sebagian besar manusia. Tidak hanya kaum pria, kaum perempuan juga banyak yang terikat di dalam masalah ini. Berbagai usaha, manusia lakukan supaya mereka tidak lagi kecanduan. Namun pada kenyataannya, tidak ada satu pun yang benar-benar dapat keluar.

Alkitab mencatat bahwa Kristus adalah jawaban terhadap segala yang sedang kita alami ini. Pertanyaan pun muncul, apakah yang sesungguhnya Kristus lakukan sehingga Dia dapat membebaskan kita dari semua cengkraman tersebut? Apa juga tanggung jawab kita untuk berjalan dalam kemerdekaan? Sebelum dua pertanyaan ini dijawab mari kita mulai pelajaran dengan mengenal terlebih dahulu, SiapakahAllah itu ?

Kebenaran Mengenai Allah

Kebanyakan orang tidak sadar bahwa mereka diperhamba sehingga mereka tidak mengerti bahwa mereka harus dilepaskan. Sekalipun mereka mengerti bahwa mereka harus dilepaskan, mereka percaya bahwa jawabannya adalah pada semacam program belajar secara mandiri untuk mengatasi masalah atau kecanduan mereka. Namun, Alkitab berkata bahwa di luar¬†Kristus¬†kita ini¬†¬†“tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci.” (Titus 3:3).

Kita tidak membutuhkan seseorang mengajarkan cara yang lebih baik sebagai hamba, melainkan seseorang yang menebus kita dari perhambaan dan membebaskan kita! Kita membutuhkan seorang penebus, yaitu Allah sendiri.

Kitab Yesaya sering mengidentifikasikan Allah sebagai Penebus. Di bawah ini adalah beberapa contohnya :

Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. (Yesaya 54:5)

Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. (Yesaya 43:1)

Dalam Kitab Keluaran,¬†Allah¬†berkata, “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka” (3:7). Maka, Dia berjanji kepada Musa, “Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat” (6:6).

Ikatan yang menakutkan dan ketidakberdayaan bangsa Israel di Mesir merupakan gambaran perbudakan dalam hidup setiap orang terhadap dosa. Di zaman perjanjian Lama, Allahmenebus Israel (membawanya keluar dari perbudakan) melalui seorang pembebas, yaitu Musa. Di zaman perjanjian baru, Allah sendiri yang datang ke dunia melalui Kristus untuk menebus kita dari dosa. Harga yang harus dibayar untuk membayar kemerdekaan umat manusia adalah darah-Nya sendiri; darah Yesus yang berharga.

Kebenaran Mengenai Diri Anda

Ketika Anda membeli sesuatu di toko, barang itu menjadi milik Anda yang sah karena Anda telah membayarnya. Maka, toko itu adalah tidak berhak lagi mengaku sebagai pemiliknya. Barang itu sudah menjadi milik Anda. Andalah pemiliknya.

Dengan cara yang sama, karena Allah telah menebus kita dengan diri-Nya sendiri melaluiKristus, kita menjadi milik-Nya. Kita bukan milik dari kita sendiri lagi yang bebas berbuat seenaknya. I Korintus 6:19,20 menjelaskan siapa yang memiliki kita dan hak Allah dalam memiliki kita:

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari¬†Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlahAllah¬†dengan tubuhmu!

Iblis bisa berusaha meyakinkan kita bahwa kita masih menjadi hamba dosa dan berada di dalam kendalinya. Kabar buruknya, kita pun dapat tergoda untuk melakukannya. Akan tetapi, kita harus mengambil keputusan memilih kebenaran, karena kita mati terhadap dosanamun hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus (Roma 6:11).

Kebenaran Mengenai Kemerdekaan

“Muliakanlah¬†Allah¬†dengan tubuhmu.” Demikian dikatakan dalam I Korintus 6:20, dan inilah kunci yang sangat besar untuk kemerdekaan. Bagaimana Anda menggunakan pikiran, tangan, mata, telinga, organ seks dan lain-lain? Apakah semua ini menjadi alat di tanganAllah¬†bagi kemuliaan-Nya atau sebaliknya menjadi alat bagi¬†dosa? Jawaban Anda untuk semua pertanyaan ini sangat penting. Roma 6:11-13 menunjukkan jalan menuju kemerdekaan :

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

Sungguh menyedihkan, banyak sekali orang Kristen yang telah ditebus oleh darah Kristusternyata masih terikat khususnya dalam hal pornografi. Hai orang Kristen, jangan menuruti hawa nafsumu yang menyesatkan karena itu merupakan buah dari kedagingan yang penuhdosa. Dosa tidak pernah memberikan yang dijanjikannya.

Hari ini tidak maukah Anda mengambil keputusan untuk mempersembahkan tubuh Anda kepada Allah sebagai alat kebenaran? Tidak satu pun di dunia ini atau dalam daging yang mampu memberikan damai sejahtera, hati nurani yang jernih, dan hati yang penuh sukacita seperti yang diberikan oleh kemerdekaan dalam Kristus !

1 Korintus 6:20 “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

JANGAN BIARKAN PENJARA KEHIDUPAN MENGGESER CINTA KITA AKAN YESUS

Matius 11: 7- 19

Bayar harganya dari Yohanes Pembabtis:
‚ÄĘ Tinggal di padang gurun, pemandangannya buluh
o Menjemukan, sepi (karna tinggal dauh dari komunitas/ kehidupan social)
‚ÄĘ Tinggal di padang gurun,
o Tinggal daloam kesederhanaan/ tidak memakai pakaian halus/ mewah.
o Makanannya Belalang dan madu hutan

Panggilan Yohanes Pembabtis adalah : panggilan sebagai Nabi, bahkan lebih daripada nabi.

Nabi tugasnya: mendengar suara Tuhan dan menyampaikan suara Tuhan kepada umat-Nya,

Tugas Yohanes Pembabtis : merintis/membuka jalan/ mempersiapkan umat yang layak, untuk menyambut kedatangan Yesus.

Nabi-nabi yang sebelum dia, tidak ada yang mendapat tugas istimewa ini.

Yohanes Pembabtis mendapat kepercayaaan yang sangat besar/ istimewa, tetapi sayang….dalam kerajaan sorga…Yohanes Pembabtis jadi yang paling kecil di antara yang terkecil.

Terkecil di sini bicara tentang upah. Yohanes Pembabtis dapat upah terkecil, kenapa?

Selidiki:
Syarat untuk menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Sorga menurut Matius 18: 1-5:
‚ÄĘ Menjadi seperti anak kecil
o Mudah untuk Bertobat
o Merendahkan diri
‚ÄĘ Dan mau menyambut Yesus

Kehidupan Yohanes Pembabtis :
‚ÄĘ Yohanes Pembabtis pada mulanya sangat rendah hati:
o Aku hanya suara…. (yohanes 1: 19-28)
o aku hukan Elia, adan aku bukan nabi yang akan dating
o disini kita melihat Yohanes Pembabtis sebagai orang/ nabi/ elia yang akan datang, (hal itu diakui sendiri oleh Yesus dalam Matius 11: 14)
o sampai di titik ini Yohanes Pembabtis memiliki ke-RENDAH-an HATI.
‚ÄĘ Menyampaikan kebenaran kepada Herodes‚Ķsampai dia dipenjara ( Mat 14: 3)
o Dia sudah melakukan tugasnya sebagai NABI.
‚ÄĘ Pada saat ada di dalam penjara‚Ķ‚Ķ
o timbul keraguan Mat 11:2 akan Yesus sebagai MESIAS. ( padahal Yohanes Pembabtis sendiri sebelumnya telah membabtis Tuhan Yesus dan menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah, Yoh 1: 32-34, dan Yohanes Pembabtis melihat dengan mata kepala-nya sendiri, peristiwa ajaib saat Yesus dibabtis)
o timbul kekecewaan Mat 11: 6
o timbul penolakan terhadap YESUS Mat 11: 6
‚ÄĘ Kesimpulan : terjadi pergeseran dalam hidup Yohanes Pembabtis:
o Awalnya rela membayar harga tinggal di padang gurun (menjemukan, sepi, hidup sederhana)
o Awalnya melakukan tugas kenabiannya dengan baik
o Melakukan tugas membabtis Yesus dengan baik
o Menegur Herodes
o Pergeseran terjadi pada saat dia ada dalam penjara
o Pergeseran berupa:
Timbul keraguan terhadap kemesiasan Yesus (tidak mau rendah hati)
Timbul kekecewaan (tidak mau rendah hati)
Timbul Penolakan. (tidak mau menyambut Yesus)
o Pergeseran inilah yang menyebabkan upah Yohanes Pembabtis di kerajaan sorga paling kecil.

Yang terjadi dengan Yohanes Pembabtis adalah…pergeseran yang diakibatkan oleh : wahyu 2; 4. Meninggalkan kasih yang semula. Itu bukan dosa sepele…tapi kejatuhan yang sangat dalam.

Tidak melakukan lagi apa yang semula dilakukan orang yang jatuh cinta pada Yesus, misalnya, awal bertobat:
‚ÄĘ Menggebu-gebu membaca Alkitab
‚ÄĘ Menggebu-gebu berdoa
‚ÄĘ Menggebu-gebu melayani Tuhan
‚ÄĘ Menggebu-gebu bersaksi, bersekutu, dll

Kehilangan hasrat….

Kesimpulan:
PENJARA KEHIDUPAN: masalah keuangan, sakit penyakit, masalah keluarga, masalah bisnis, masalah pelayanan, masalah hubungan dengan orang sekitar, tidak ada pembantu, difitnah, dibenci, tidak dimengerti, dikucilkan, dianiaya, dll.

Jangan biarkan penjara ini membuat kita kehilangan hasrat cinta akan YESUS.

Matius 11: 12
Penyerongan/ penyesatan diawalai dari Roh Keragu-raguan dilanjutkan dengan Roh Kekecewaan yang berujung pada Roh Penolakan.

Hati-hati jangan kecewa terhadap : TUHAN, gereja Tuhan, hamba Tuhan, cara Tuhan, keputusan Tuhan, dll

Penyesatan akan berusaha menguasai Kerajaan Allah.

Kesimpulan Yesus adalah:
Angkatan orang Israel di jaman Yesus hidup, tidak bisa menangkap Kairos-Nya Tuhan. Tidak punya kepekaan terhadap suara TUHAN. ( termasuk dalam hal ini terjadi juga pada Yohanes Pembabtis…..setelah terjadi pergeseran dalam hidupnya)

Nabi Yohanes Pembabtis dibilang kerasukan setan
Yesus dibilang pelahap dan meminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa

Hanya orang yang berhikmat yang bisa menangkap kegerakana Allah, kairos-Nya Allah dan lawatannya Allah.

Hal ini terlihat dari perbuatannya.

Pada saat Yohanes Pembabtis mengutus murid-muridnya untuk bertanya pada Yesus ( mat 11: 3) , perbuatan Yohanes pembabtis ini menunjukkan bahwa karna diliputi oleh kekecewaan dan penolakan terhadap Yesus-lah, ia kehilangan kepekaan untuk menangkap kairos-Nya Tuhan, bahwa Yesus datang pada jaman-Nya sebagai Mesias

KESIMPULAN :
1. Yohanes pembabtis mau bayar harga yang sangat mahal untuk menjadi Nabi yang mempersiapkan kedatangan Yesus. BAYAR HARGA SAJA TIDAK CUKUP
2. Yohanes Pembabtis melakukan tugas kenabiannya dengan baik. MELAKUKAN TUGAS DENGAN BAIK, TIDAK CUKUP
3. Yohanes Pembabtis mendapat kepercayaan yang sangat besar dan istimewa. KEPERCAYAAN YANG BESAR DAN SANGAT ISTIMEWA , TIDAK CUKUP
4. Bertobat, rendah hati, dan menyambut Yesus, ITULAH YANG DINAMAKAN CUKUP, DAPAT UPAH TERBESAR
5. Yohanes Pembabtis mengalami pergeseran dalam hidupnya, kehilangan hasrat cintanya pada Yesus, karena ada dalam PENJARA.
6. Kekecewaan, akan berakibat:
a. Penyesatan
b. Gagal menangkap kairos-Nya Tuhan.

KATA MUTIARA;

Jangan sampai ‚Äėpenjara kehidupan‚Äô membuat kita kehilangan hasrat cinta kita pada Yesus

AYAT MAS
Galatia 3: 3
Kamu telah memulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?

TRIMAKASIH ROH KUDUS TELAH MENYINGKAPKAN RAHASIA FIRMAN TUHAN. AMIN

Sumber : http://berbagirhema.wordpress.com/2011/01/31/jangan-biarkan-penjara-kehidupan-menggeser-cinta-kita-akan-yesus/

TAK TERBELENGGU WALAU DIPASUNG

TAK TERBELENGGU WALAU DIPASUNG

TAK TERBELENGGU WALAU DIPASUNG

KIS 16: 13-40

Latar belakang Paulus dan Silas dipenjara:
‚ÄĘ Mereka bisa ada di penjara, bukan karna mereka berbuat jahat, tetapi karena mereka memberitakan injil kepada orang Filipi
‚ÄĘ Dalam pemberitaan injil itu, terjadi pelepasan dari seorang petenung, yang mana pertobatan dari petenung ini membuat adanya kerugian besar-besaran terhadap tuan-tuannya.
‚ÄĘ Sehingga tuan-tuannya ini marah dan menjadi profokator untuk melawan Paulus dan Silas.

Rhema:
‚ÄĘ Dalam memberitakan injil pasti ada bayar harganya. Jangan dikira memberitakan injil itu enak-enakkan saja.
o Ditangkap
o Diseret ke pasar (dipermalukan di depan umum)
o Dihadapkan pada penguasa
o Difitnah
o Ditentang massa (orang banyak)
o Ditelanjangi
o Didera
o Dilemparkan ke dalam penjara
o Dipasung kakinya
‚ÄĘ Keuntungan di pihak kerajaan sorga adalah mendatangkan kerugian di pihak kerajaan neraka. Pada saat petenung ini dilepaskan dari kuasa gelap, satu jiwa diselamatkan, malaikat di sorga bersorak-sorai, tetapi orang-orang pengikut iblis, menjadi marah karna mengalami kerugian. Hal ini pasti terjadi, sekalipun Paulus dan Silas tidak punya motivasi sama sekali untuk membuat orang lain bangkrut. Tetapi hal ini tidak dapat dihindarkan.
‚ÄĘ Orang yang mengalami kerugian besar-besaran, pasti akan melakukan apa saja , unuk mendapatkan kembali uangnya. Termasuk menjadi profokator/ menfitnah orang yang diurapi Tuhan di hadapan massa.

Ayat 24.
Bentuk penjara pada jaman itu adalah bangunan berbentuk lingkaran/ seperti spiral. Dimana Paulus dan Silas dimasukkan di penjara yang di paling tengah/ as/ paling dalam, paling gelap dan tidak mungkin bisa melarikan diri.
Kaki mereka dibelenggu dengan pasungan yang kuat. Yang tidak mungkin dapat terlepas.
Ini berarti bahwa Paulus dan Silas dianggap sebagai penjahat yang berbahaya. Dianggap sebagai pengacau dan sebagai pengajar sesat.

Ayat 25
Kira-kira tengah malam …..sekitar jam 11 malam, 12 malam atau jam 1 dini hari.
Paulus dan Silas berdoa
Serta menyanyikan puji-pujian kepada Allah.

Sekarang pertanyaannya , kira-kira nyanyian pujian seperti apakah yang mereka nyanyikan?
Ada banyak thema nyanyian; misalnya: nyanyian penyembahan/pengagungan, nyanyian pembebasan, nyanyian permohonan, nyanyian pengajaran, dll. Kira-kira nyanyian yang mana?

Menurut saya, nyanyian yang dinyanyikan adalah nyanyian yang hanya berisi PUJI-PUJIAN kepada Allah, tanpa ada sedikitpun permohonan/ ratapan/ memohon belas kasihan Tuhan.

Doa yang dinaiikkan juga adalah doa ucapan syukur.

Mengapa kita bisa menyimpulkan hal tersebut?

‚Äú‚Ķ.. dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka‚Ķ‚ÄĚ itu berarti suara Paulus dan Silas, menggema sampai ke penjara yang lingkar paling luar. Itu berarti suara mereka suara yang keras, bukan suara nyanyian rintihan yang bersuara kecil, tetapi nyanyian mereka adalah nyanyian PRAISE yang bersuara lantang dan keras, sehingga semua orang bisa mendengar. Bahkan dipakai kata ‚Äėmendengarkan‚Äô bukan kata ‚Äėmendengar‚Äô Kalau dipakai kata ‚Äėmendengar‚Äô. Bisa saja orang hukuman lain, mendengar suara itu sayup-sayup saja, jadi tidak bisa dengan penuh perhatian mendengarkannya.

Tetapi karna suara itu keras, maka mereka dikatakan :‚Äômendengarkan‚Äô, itu berarti ada perhatian yang khusus/serius. ‚ÄúSuara apa itu? Lagu apa itu? Siapa itu yang nyanyi? Dari mana arah suara itu? Belum pernah ada orang di penjara sini yang nyanyi-nyanyi‚Ķ?‚ÄĚ
Kaki mereka boleh dipasung, tetapi hati mereka yang penuh dengan sukacita, dan ucapan syukur, tidak pernah bisa terpasung.

Lukas 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik, dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karna apa yang diucapkan mulutnya meluap dari hatinya

Karna hati Paulus dan Silas berisi kebaikan, ucapan syukur, puji-pujian, hal itulah yang meluap keluar , berupa doa syukur dan puji-pujian.

Tidak sedikitpun mereka mengeluh, ngomel, menggerutu, bersungut-sungut, menyesal mengapa kog memberitakan injil justru hasilnya seperti ini, mengerang kesakitan, minta dipijit, mengkawatirkan hari depan yang suram, kepahitan pada Tuhan atau pada orang yang menjebloskan mereka di penjara, atau kepahitan pada para penguasa.

Ayat 26
Terjadilah gempa bumi yang hebat. Kapan terjadinya gempa bumi ini? Setelah mereka menaikkan puji-pujian dan doa syukur.

Kalau memang Tuhan mau melepaskan mereka dari penjara, bisa saja gempa bumi ini terjadi sejak awal mereka dijebloskan dalam penjara.

Itu artinya: gempa bumi ini adalah goncangan yang terjadi akibat dari adanya sebuah pujian.. mungkin saat itu Sorga goncang, maka penjara itupun ikut bergoncang.

Tidak mungkin frekuensi suara Paulus dan Silas secara fisika, dapat menggoncangkan penjara sampai terjadi gempa yang hebat, paling-paling kalau suara mereka itu getarannya kuat, hanya bisa membuat kaca bergetar, tetapi tidak sampai membuat gempa.

Mungkin saja Malaikat malaikat Tuhan pada berdatangan, menyerbu tempat itu.

Sadarkah saudara, bahwa puji-pujian yang dinaikkan dari hati yang dipenuhi ucapan syukur dalam keadaan yang paling terpuruk sekalipun, itu dapat menggoncangkan isi hati TUHAN, menggetarkan hati TUHAN.

Sendi-sendi penjara itu goyah dan belenggu-belenggu semua orang penjara itu terlepas, serta pintu-pintu penjara terbuka semua. Lihatlah kuasa dari sebuah puji-pujian. Sedangkan tembok Yerikho saja yang sedemikian tebal dan kokoh sampai bisa didirikan sebuah rumah Rahap diatasnya pun bisa runtuh berkeping-keping….apalagi Cuma rantai besi…keciiiiil !!

Seberapa keras suara kita menjangkau…..saat memuji Tuhan , seberapa jauh itulah kuasa puji-pujian itu bekerja. Kalau suara Paulus dan Silas saat itu hanya menjangkau kamar sebelah, pastilah belenggu yang terlepas hanya sampai kamar sebelah.

Percayalah, bahwa saat kita menaikkan puji-pujian, belenggu-belenggu dari orang yang mendengarkan ikut terlepas:
‚ÄĘ Belenggu dosa
‚ÄĘ Belenggu kekuatiran
‚ÄĘ Belenggu ikatan dgn kuasa gelap
‚ÄĘ Belenggu sakit penyakit
‚ÄĘ Dll

Sumber : http://berbagirhema.wordpress.com/2011/02/08/tak-terbelenggu-walau-dipasung/