Misi Tuhan Tidak Akan Dapat Dihentikan

Refrensi : Kisah Para Rasul 21 : 11

Pernahkah anda befikir bahwa rencana Tuhan dapat gagal??  Seperti halnya saat kita membuat perencanaan, tapi rencana itu gagal. Kadang kita selalu berfikir Tuhan sama seperti kita. Dia seorang perencana dan Dia dapat gagal. Tapi itu adalah pemikiran yang salah. Tuhan adalah sang pencipta agung yang tanpa cela dalam perencanaan-Nya. Bahkan Tuhan memperhatikan secara detail setiap rencana-Nya. Hal yang kadang dilihat gagal oleh manusia, sebenaarnya itu adalah sebuah “DETAIL” perencanaan yang sangat kompleks untuk kita cerna secara mentah-mentah. Butuh hikmat yang daripada-Nya saja untuk kita bisa mengerti  seperti apakah yang sedang Tuhan rancangkan.

Seperti halnya saat kita melihat kisah dari seorang Paulus. Dalam pengabaran injil yang dia lakukan selalu terjadi berbagai macam masalah, seolah-olah Tuhan gagal menjaga utusan-Nya untuk memberitakan Firman-Nya. Tapi jika kita mau cermati lebih dalam lagi, ada sebuah hal yang benar-benar sangat detail yang Tuhan buat sampai akhirnya rencana itu menghasilkan buah yang luar biasa.

Kisah Para Rasul  Pasal 23  , Disitu diceritakan bagaimana kondisi Paulus karena pemberitaan Injil yang selama ini dia lakukan. Ada komplotan orang-orang Yahudi yang tidak suka dengan pemberitaan Paulus tentang Yesus. Dimana padahal awalnya Yesus datang untuk orang-orang Yahudi itu sendiri, tapi orang-orang Yahudi itu sendiri juga yang menolak berita tentang Yesus ini dan bahkan menghalang-halanginya. Komplotan-komplotan ini berusaha untuk selalu menggagalkan kegiatan Paulus bahkan menghasut orang-orang untuk menolak pemberitaanya.
Di Kisah 17 : 1-15″ menceritakan keributan yang terjadi di Tesalonika. Disini banyak orang-orang Yahudi yang tidak suka terhadap pemberitaan Injil yang dilakukan Paulus dimana banyak orang-orang Yunani telah menjadi percaya. Orang-orang Yahudi ini mengacaukan kota dan membuat gelisah pembesar-pembesar kota. Bahkan saat Paulus dan Silas melarikan diri ke Berea orang-orang Yahudi yang dari Tesalonika itu mengejar mereka dan menghasut orang-orang Berea dan menggelisahkan banyak orang. Bukan hanya di Tesalonika, bahkan saat Paulus di Korintus (Kisah 18:1-17) dia dihujat oleh orang-orang Yahudi, dia juga dibawa ke pengadilan (ayat 12) karena dinilai melakukan penghujatan terhadap agama Yahudi dengan memberitakan Yesus dan mengajar orang untuk beribadah pada Tuhan yang bertentangan dengan hukum Taurat. Saat Paulus di Yerusalem, orang-orang Yahudi di Asia melihatnya di bait Allah dan menangkapnya (Kisah 21:27-36)  bahkan mau dibunuh oleh komplotan-komplotan itu.

  • Dilematis dalam hidup, bagaikan diujung tanduk

Mungkin jika harus menyerah pada titik inilah Paulus akan meyerah. Apa yang dia lakukan seperti sia-sia belaka. Dia harus bersusah payah memberitakan Injil, tapi bahkan dia dianiaya oleh kaum, bangsa, atau bisa dibilang keluarganya atau saudaranya sendiri. Beberapa kali dia harus dipenjara (Kisah 16:19-40)ditolak di banyak tempat, bahkan sampai akhirnya dia diperhadapkan ke Mahkamah Agama oleh bangsanya sendiri di Yerusalem. Mungkin pada titik inilah bisa dibilang Paulus ada di ujung tanduk. Dia dituntut dihukum mati, bahkan dia mau dibunuh sebelum keputusan pengadilan didapatkan (Kisah 23:12).
Kadang kita menghadapi kondisi semacam ini. Dimana kita sudah berbuat banyak untuk Tuhan, kita melayani dengan  spenuh hati kita, tapi seakan semuanya sia-sia. Pelayanan kita dicela oleh saudara kita sendiri, terobasan yang kita coba berikan di pelayanan kita tidak diterima saudara kita sendiri. Bahkan kita tidak disukai, dihindari, dicela oleh mereka. Seperti sudah habis semuanya, tidak ada kesempatan lagi untuk kita bertahan. Semua seakan sia-sia bahkan seperti pemeliharaan Tuhan tidak kita dapatkan. Hal semacam ini sangat wajar dirasakan oleh anak-anak Tuhan. Bukan saja mereka yang berstatus pelayan, tapi semuanya. Saat kita sedang membuat terobosan dalam bisnis kita, kita sudah berdoa mohon petunjuk Tuhan, tapi semuanya gagal total bahkan menghasilkan masalah. Saat kita berdoa untuk pacar kita bisa menjadi istri kita, tapi akhirnya dia memutuskan kita. Saat kita sudah berjuang keras belajar untuk masuk kesalah satu perguruan tinggi favorit, kita sudah berjuang, berdoa, bahkan minta doa dari hamba Tuhan, sampai akhirnya mimpi kita itu sirna. Dan dalam kondisi ini seringnya kita akan merasa begitu dilematis begitu galau dan sangat susah untuk mengucap syukur yang benar2 dari hati. Yang kita butuhkan pada saat itu hanyalah minta pada Tuhan untuk menguatkan hati kita. Sama seperti Daud, begitu dilematis saat Daud masih dikejar-kejar oleh Saul, dia melarikan diri dan tinggal diantara orang Filistin, bahkan saat dia ke pulang kembali ke Ziklag tempat itu sudah di kalahkan bangsa Amalek dan kotanya dibakar habis, anak-anak bahkan istri Daud ditawan, dan Daud mau dilempari batu oleh rakyat (1Samuel 30:1-6) . Begitu miris, bahkan Daud tidak bisa menangis lagi kerena begitu dia merasa begitu terpojok, berada diujung tanduk. Yang bisa dilakukan Daud saat itu hanyalah menguatkan hatinya dan kepercayaannya pada Tuhan (ayat 6) . Situasi ini seperti begitu memupuskan pengharapan kita pada Tuhan. Tapi disinilah kita diuji untuk lebih tangguh lagi, untuk siap naik level dimata Tuhan dalam perencanaan-Nya yang lebih kompleks. Kita hanya butuh enjoy sama proses ini sampai akhirnya nanti kita akan tau maksud Tuhan dan bilang “Oh jadi aku seperti ini biar jadi gene tow”. Dalam kondisi dilema inilah kita sedang diproses Tuhan. Seberapa setiakah kita berjalan beriringan dengan Tuhan, peka dengan perkataan Tuhan dan meresponinya dengan tepat (1 Samuel 30:8). Penyerahan hati secara all out dibutuhkan dalam kondisi ini. Tuhan tau apa yang Dia lakukan. Dan Tuhan pasti akan membawa kita dalam perencanaan yang penuh dengan damai sejahtera dan bukan kecelakaan. So enjoy The Process.

  • Kemana Processnya

Inilah yang akan kita tanyakan saat menghadapi processnya Tuhan. Kemana process ini akan dibawa? Akhirnya nanti akan seperti apakah? dan berbagai pertanyaan lain yang penuh keraguan. Mari kita lihat bagaimana Tuhan membawa kita masuk dalam misi perencanaan yang sangat luar biasa :

1. Misi Utama Tuhan, (Kisah Para Rasul 23 : 11)
Kisah 23:11 “Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

Pada nas ini Tuhan memerintahkan Paulus untuk menguatkan hatinya, karena dia akan diutus ke Roma. Disinilah bagaimana Tuhan memberi tahu Paulus mau dibawa kemanakah semuanya itu. Paulus adalah orang yang begitu dekat dengan Tuhan. Setiap hal, perkara yang dia kerjakan selalu berdasarkan perintah Tuhan. Kedekatan inilah yang membuat Paulus mengerti dengan hatinya untuk kuat bertahan dalam penderitaannya dan bahkan Tuhan menemui dia secara langsung dan menyampaikan apa yang sedang Tuhan rencanakan dalam diri Paulus. Paulus tidak pernah mengeluh ataupun tawar hati, hal ini lah yang menjadikan dia begitu peka dengan pernyataan Tuhan. Jadi saat Tuhan memberitahu Paulus untuk pergi bersaksi ke Roma, Paulus sudah tau bagaimanakah nantinya dia akan dibawa Tuhan
Kadang tawarnya hati kita, dan kuatir yang kita rasakan membuat kita jadi tidak peka pada Tuhan. Kita tidak mengizinkan Tuhan berbicara melewati hati kita, karena dalam hati kita hanya penuh dengan keluhan dan kekuatiran. Suara Tuhan itu sungguh nyata membimbing kita, bahkan Tuhan mampu secara langsung datang dan memberitahu apa yang seharusnya kita lakukan. Seperti waktu Paulus ditahan di Markas militer Yahudi dia didatangi Tuhan bahkan Tuhan berdiri disampingnya untuk menguatkan hatinya. Yang kita butuhkan hanya mau terbuka dengan Tuhan, tanyakan apa yang menjadi kebimbangan kita, dan dengarkan suara-Nya dengan hati yg terbuka pula karena hanya dengan itulah kita baru akan tau mau dibawa kemana dalam proses ini.

2. Buah Dari Process Itu
Seperti halnya pohon, dia akan melalui beberapa fase dulu sebelum akhirnya berbuah. Dari mulai benih, kemudian benih itu disiram sampai akhirnya bertunas, berakar, bertumbuh, berbunga, dan baru berbuah lebat. Begitu juga dengan kita, Tuhanjuga menghendaki kita mengalami proses ini untuk kita bisa menghasilkan buah dalam setiap proses yang kita jalani.
Kisah Para Rasul 9:1-19a, disinilah benih awal itu ditaruh dalam hati Paulus. Dimana dia dipanggil Tuhan walaupun dari latar belakang yang bisa dibilang tidak layak karena segala kejahatan yang dia lakukan. Tapi disinilah Tuhan punya rencana, Tuhan memanggil Paulus menanam benih dalam diri Paulus dalam maksud dan tugas yang besar.

Kisah Para Rasul 9:15-16 (15) Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. (16) Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

Disini bahkan Tuhan sudah menyatakan bahwa Paulus akan menderita bagi nama-Nya. Tapi tak henti-hentinya Tuhan menjaga Paulus dalam pemeliharaan sampai akhirnya pelayanan yang dia kerjakan menghasilkan banyak Buah,
BAnyak buah yang dihasilkan Paulus dalam proses pengadilannya. :

  1. Saat Paulus dipindahkan ke Kaisarea, ditempat tahanan Paulus dapat bersaksi dihadapan Feliks (Kisah Para Rasul 24: 24-25.)
  2. Paulus bisa bersaksi dihadapan Raja Agripa (Kisah Para Rasul 26:26-29)
  3. Misi Tuhan untuk membawa Paulus ke Roma. Perjalanan Paulus dibiayai pemerintah, bahkan keselamatan Paulus juga lebih terjaga karena selama di perjalanan dia dikawal oleh prajurit. Jadi nila ada yang ingin membunuhnya, Tuhan menjaga Paulus melalui prajurit-prajurit itu.
  4. Bahkan saat kapal yang ditumpangi Paulus kandas di Pulau Malta. Disitu Paulus dengan sangat leluasa memberitakan Injil, melakukan mujizat penyembuhan (Kisah Para Rasul 28:8-9), bahkan pemeliharaan Tuhan nyata atas Paulus dan rombongannya dimana segala kebutuhan mereka di cukupi oleh orang-orang Malta (Kisah Para Rasul 28:10)

Bayangkan, selama perjalanan Paulus ini sudah berapa banyak orang yang mendengar Injil. Bagaimana Tuhan menunjukan pemeliharaan-Nya untuk menggenapi Misi-Nya yang mulia.
Tuhan mau kita bisa seperti Paulus. Dengan hati yang rela untuk ditempa, dihajar, dipukul, dibentuk sampai akhirnya kita bisa menjadi bentuk yang indah. Tuhan mau kita menghasilkan buah dalam setiap proses yang kita jalani. Karena inilah Hakekat kita sebagai anak Tuhan untuk berbuah.

“Yohanes 15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. “

Tuhan menghendaki kita untuk berbuah banyak, bukan hanya masuk garis finish tanpa membawa hasil apa-apa. Kita butuh dimurnikan dan dibersihkan (“setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”) supaya buah kita bisa menjadi banyak dan membahagiakan Pengusaha kita yaitu Allah itu sendiri. Karena saat kita tidak dapat berbuah “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya”. Kita akan dipotong dari pokok anggur yang benar yaitu Kristus.

3. Misssion Complete
Dalam perjalanan yang begitu panjang dan penuh kesulitan. Paulus akhirnya dapat sampai ke Roma dan dapat memberitakan kerajaan Allah disana (Kisah Para Rasul 28:30-31). Disinilah bukti dimana Tuhan punya rencana (Kisah Para Rasul 23:11 Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”) dan Tuhan membuat rencana itu berhasil (Kisah Para Rasul 28:17-31).

Kesimpulan : Rencana Tuhan tidak dapat diselami oleh pemikiran manusia. Rencana Tuhan itu sempurna dan tak pernah gagal.

“Yesaya 55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s