Jesus Never Let You

Kisah renungan …

Ada seorang anak bernama Dave. Dia anak yang baik, dan sangat dekat dengan Tuhan. Baginya, Tuhan seperti teman dekatnya sendiri. Tiap kali dia berdoa, dia selalu mengucapkan doanya seolah-olah dia sedang berbicara dengan temannya sendiri. Kedekatan itulah yang membuat Dave begitu intim dan kuat dalam Tuhan.

….

Pada suatu hari, Dave ulang tahun. …
Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap jam 12 tepat dia selalu berdoa.

“Tuhan Yesus, terima kasih yah…aku sudah nambah lagi umurnya. Berasa luar biasa setiap hari jalani hidup bareng Engkau. Tahun ini aku juga mau tetep jalan sama Tuhan, apapun keadannya. Tuhan Yesus, kaya temen-temen biasanya kalo ulang tahun kan ada make a wish getu yah, hehe. Aku juga mau make a wish Tuhan, gak macem-macem sie, aku tau cita-cita dan masa depanku ada ditangan mu, tapi yang aku mohonkan cuma satu…apapun yang aku kerjakan, apapun yang aku lakukan, apapun yang aku hadapi aku mau tetep bareng-bareng sama ENgkau, aku gak tau bakalan jadi seperti apa kalo aku jauh dari Engkau. Kayanya udah itu dulu dech Tuhan, mudah-mudahan pagi nanti akan jadi luar biasa. Amin”

Setelah doa malam itu Dave kembali nyenyak dalam tidurnya. Tidak terasa, ternyata karena dia bangun ditengah malam dia jadi kesiangan.

Dave ayok bangun…. ini udah siang. Semaleman tidur masih kurangkah??? ayok cepat bangun kau”. Teriakan ibu Dave menusuk telinga Dave diiringi gedoran di pintu kamarnya yang sangat keras.

“Iya Bu aku bangun, maaf aku kesiangan. Semalem aku……” belum selesai Dave memberi jawaban, ibunya langsung memotong perkataannya.

“Udah gak usah banyak alasan, ayo cepat sarapan. Kalu lupa kan, aturan pagi ini kamu bangun pagi-pagi dan mengantar susu dagangan ibu ke langganan, tapi nyatanya kamu malah kesiangan seperti ini” Ibu Dave memarahinya

“Yak ampun aku lupa (Dave kaget), iya maaf bu, maaf banged, maaf banged…aku semalem itu bangun tengah malem aku…….” belum selesai Dave menjelaskan ibunya memotongnya lagi

“Kamu itu bisanya cuma alasan ajah, dasar. Udah mandi sana, sarapan terus berangkat. Ibu mau mengurusi komplain pelanggan gara-gara kamu lupa mengantar susu” Jawab Ibu Dave, sambil meninggalkan Dave yg hanya bisa diam menanggapi kemarahan ibunya.

“Ibu aku tadi malem berdoa, karena ini ulang tahunku” seru Dave lirih saat ibunya sudah pergi.

……….

Pagi itu Dave memulai paginya dengan hal yang tidak dia bayangkan sama sekali, di rumah dia harus menerima kemarahan ibunya, bukannya menerima hadiah atau sekedar ucapan selamat dari ibunya. Hati Dave benar-benar sakit, tapi dia berusaha berfikiran positif “Iya mungkin ibu sedang bingung karena komplain para pelanggan. aku juga yang salah karena telat bangun” pikir Dave dalam hatinya.

………..
Dia menjalani harinya seperti bisanya. Tak ada yang spesial di sekolahnya, semuanya terlihat biasa. Dia bertemu teman-temannya bersendau gurau, tapi tak ada satu orangpun temannya yang ingat bahwa Dave saat itu sedang ulang tahun. Malahan temannya merencanakan untuk membuat kejutan untuk seorang teman mereka dan salah satu gadis paling popular disekolah mereka, “Reggina”. Teman-teman Dave menceritakan rencana kejutan masing-masing, dan seakan berlomba kejutan siapa yang akan membuat Reggina terpesona.

” Aku mau memberikan dia 17 mawar, sesuai usianya yang besok sweet seventeen. hahaha” seru salah seorang teman Dave.
“Akh itu sudah biasa. Nanti saat dia masuk gerbang aku mempersiapkan anak-anak. Jadi nanti anak-anak itu akan memberikan dia bunga sepanjang perjalanan dari gerbang menuju kelas. Dan nanti saat dikelas adalah giliranku sambil memberikan ucapan selamat buat dia.Hahahaha” seru teman Dave yanag lain.

Terjadi keributan disitu, semua teman-teman Dave bersikeras bahwa nanti rencananya yang akan menjadi kejutan yang paling berkesan. Dan saat itu yang Dave lakukan hanya diam, dia merasa begitu terlupakan. Hari itu dia ulang tahun dan teman-teman dekatnya sendiri lupa dan mereka malah menyiapkan kejutan ulang tahun untuk orang lain hanya untuk mendapat perhatian darinya.

“Rencana mu apa Dave??” tanya seorang teman Dave, memecah lamunannya.
“Entahlah, aku belum terfikirkan, rencana kalian keren-keren dan aku harus bisa jauh lebih keren.hahahaha”. Jawab Dave sambil becanda dengan temannya itu.

………..

Sepulang sekolah, Dave pulang sendirian. Dia tidak bersama teman-temannya. Hari itu terasa begitu aneh buat Dave. Ibunya memarahinya, teman-temannya lupa ulang tahunnya, dia dihukum guru karen dia berkelahi dengan seseorang temannya karena temannya mengejek keluarganya, dia discorsing karena hal itu, dan surat scorsingnya membuat ibunya semakin marah besar, dan berbagai hal lain yang membuatnya begitu merasa kecewa akan harinya.
Dia hanya dikamar seharian itu, dia tidak keluar. Ajakan temannya untuk bermain dia abaikan, bahkan ibunya yang marah-marah didepan pintu kamarnya dia abaikan.

Dia seperti mau marah sama Tuhan, “Tuhan kenapa harus kaya gene sih. Aku sudah memulai hari ini dengan doa, tetapi kenapa hari ini begitu kacau. Yesus, Engkau dimana?Aku butuh Engkau sekarang. Bukan aku yang salah, temanku dulu yang mengejek keluargaku, aku marah. Kenapa juga cuma aku yang dihukum, temenku itu tidak. Tuhan ini hari ulang tahunku dan kenapa semuanya terasa begitu kacau. Yesus, Engkau dimana? aku butuh Engkau. Aku seperti dilupakan, aku seperti gak dianggap, aku selalu dicemooh karena keluargaku yang miskin. Tuhan, aku tidak tahan diseperti itukan”.

Dalam hatinya yang begitu kacau, Dave berusaha mencari tahu apa mau Tuhan. Dia seharian itu dikamar, dia menangis. Dia benar-benar merasa kesepian.

…………..

Malam itu Dave tidak keluar dari kamarnya sama sekali. Dia bahkan tidak menggubris ibunya yang menyuruhnya makan malam, sampai akhirnya dia memutuskan keluar dari rumah untuk beberapa saat.
Dave keluar dari kamarnya tanpa menyapa ibunya dan langsung keluar rumah.
“Dave ayo makan dulu” teriak ibunya terhadap Dave, tapi Dave sama sekali tidak meresponnya.

………….

Malam itu Dave, menuju ke taman kota. Dia menyusuri taman malam itu sendirian, sampai akhirnya dia duduk di salah satu areal taman itu. Dia duduk  diatas rumput dimana hanya ada lampu taman yang meneranginya, tanpa pohon disekitarnya.
Dia mengeluarkan beberapa makanan ringan, beberapa miduman soda, dan sebuah “cake” berukuran kecil dimana ada sebuah lilin kecil juga tertancap diatasnya.
Setelah mengeluarkan semua perlengkapannya itu dia berdoa

“Tuhan, maafin aku jika hari ini aku sempat kecewa akan Engkau. Maafin aku, kalo aku hari ini terjebak dalam emosiku sampai aku harus berkelahi dengan temanku, dan maaf kalo hari ini, diulang tahunku aku bukan menunjukan kedewasaan tapi aku malah mngecewakan ibuku. Tuhan Yesus, aku kesepian sekarang. Aku seperti tidak lagi dianggap oleh orang-orang sekitarku, aku seperti tidak special bagi semua orang. Tapi aku yakin dan percaya, kalo Tuhan…Engkau gak pernah ninggalin aku. Terima kasih buat kado yang indah tahun ini, sebuah pengajaran dimana saat semua orang lupa akan ulang tahunku tapi Tuhan, Engkau selalu ada untuk mendengarkanku dan ada nemenin aku.
Tuhan Yesus, aku mau ngrayain ulang tahunku bareng Engkau saja malam ini. Saat aku berharap malam ini aku bisa makan malam dengan ibu, dimana aku sungguh sangat rindu masakan specialnya setiap kali aku ulang tahun, dimana sejak ayah tidak ada ibu tidak pernah melakukannya lagi. Aku mengasihi ibuku Tuhan, terimakasih buat dia yang snagat luar biasa. dan malam ini aku mau ngrayain ini bareng engkau saja. Terima kasih, Engkau mau Dinner bareng aku malam ini walupun hanya dengan satu cake kecil, beberapa snack, dan minuman ini :). Terima kasih Engkau tidak ninggalin aku. Amin”

——————————————————————————————————————————————————————

Banyak dari kita yang mungkin pernah merasakan hal seperti Dave. Saat sebuah kondisi dimana harusnya kita bisa bahagia, tapi ternyata semuanya berubah menjadi sebuah dilema yang begitu menyakitkan. Kadang kita selalu merasa ditinggalkan dan dilupakan. Tapi inilah janji Tuhan bahwa Dia yang akan selalu ada di sebelah kita walaupun semua orang meninggalkan kita.

Ibrani 13:5b “Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s