HOME RUN TO JESUS

Tim Tuhan melawan tim Setan, tim Tuhan mendapat giliran memukul. Score masih kosong-kosong padahal waktu hampir berakhir. Pertandingan berlangsung ketat.

Pemain yang bernama “KASIH” mendapat giliran memukul bola dan berhasil mencapai perhentian (base) pertama, karena “KASIH” tak pernah gagal.

Kemudian giliran “IMAN” yang juga berhasil, karena “IMAN” bekerja bersama-sama “KASIH”.

Setelah itu, giliran “HIKMAT ALLAH” dan ia pun berhasil memukul bola dan lari ke ‘base’.

Namun ketiganya belumlah kembali ke homebase. Kemudian Tuhan pun mengatakan kepada Pelatih, “keluarkan pemain bintang kita.”

Dan masuklah “ANUGERAH” ke lapangan untuk memukul bola.

Setan berkata “Tampangnya tak terlihat hebat.” Tim Setan meremehkannya.

Maka bola pun di lemparkan, “Buuukkkkkkkkk ! O la la, “ANUGERAH” memukul bola lebih keras dari pemain-pemain sebelumnya. “ANUGERAH” memukul bola dengan kerasnya sampai-sampai bola melambung tinggi sekali dan tak terjangkau oleh pemain tim Setan… sampai akhirnya… ‘home run’ !!!

Tim Tuhan menang.

Kemudian Tuhan bertanya kepada Pelatih, sekiranya dia tahu mengapa IMAN, HIKMAT ALLAH dan KASIH dapat mencapai base, namun tidak dapat memenangkan game dan malah ANUGERAH yang melakukannya.

Pelatih menggeleng tidak tahu. Tuhan pun lalu menjelaskan, “Jika kasihmu, imanmu, dan hikmat Allah yang ada padamu berhasil memenangkan pertandingan, maka kau akan berpikir bahwa itu semua karena hasil usahamu sendiri. Kasih, iman dan hikmat Allah mampu membawamu ke base, tapi tidak mampu membawamu pulang (home run), hanya anugerah-Ku yang mampu melakukannya. Hanya anugerah-Ku yang tidak dapat iblis curi”.

Semoga, anugerah Allah melingkupi hari-harimu kawanku… seperti telah senantiasa melingkupi ku… God Bless us all my friends..

Mengucap Syukur

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak kaya…Lalu Dia menunjukkan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak memiliki siapapun untuk berbagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak cantik…Lalu Dia menunjukkan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua…Lalu Dia menujukkan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar…Lalu Dia menunjukkan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja diusir dari rumah yang kecil sesak…dan terpaksa tinggal dijalanan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja…Lalu Dia menunjukkan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal…Lalu Dia menunjukkan seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar…Lalu Dia menunjukkan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku…Dia lalu menunjukkan AlkitabNya…Dia menunjukkan AnakNya, yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku…Dan itu cukup bagiku.

I TESALONIKA 5:18’Mengucap syukurlah dalam segala hal,sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.’

 

Mengucap-Syukur-Dalam-Segala-Hal-300x300

WAKTU TUHAN MENCIPTAKAN SEORANG IBU

Waktu Tuhan menciptakan seorang ibu, Ia bekerja ‘overtime’ pada hari ke-6.

Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: “Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ‘ibu’ ini?”

Dan Tuhan menjawab pelan: “Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan? Ibu ini harus terbuat dari bahan yang bisa dicuci tapi bukan dari plastik. Harus terdiri dari 200 bagian yang lentur, lemas, dan tidak cepat capai. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.. Memiliki telinga yang lebar untuk menampung keluhan, memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang keseleo, lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah dan enam pasang tangan!!!”

Malaikat itu menggeleng-gelengka n kepalanya: “Enam pasang tangan…?”

“Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik….”, balas Tuhan.

“Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu.”

“Bagaimana modelnya?” malaikat semakin heran.

Tuhan mengangguk-angguk: “Sepasang mata yang dapat menembus ‘pintu’ yang tertutup rapat dan bertanya ‘Apa yang sedang kau lakukan di di dalam situ?’ padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat. Dan sepasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata ‘Saya mengerti dan saya sayang padamu!’ meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun..”

“Tuhan,” kata malaikat itu lagi, “istirahatlah!”

“Tidak bisa! Saya sudah hampir selesai. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi.

” Akhirnya, malaikat membalik-balikkan contoh ibu dengan perlahan. “Terlalu lunak!” katanya memberi komentar.

“Tetapi kuat!” kata Tuhan bersemangat. “Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang ia bisa tanggung, pikul dan derita!”

“Apakah ia dapat berpikir?” tanya malaikat lagi.

“Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi,” kata Sang Pencipta.

Akhirnya malaikat menyentuh sesuatu di pipi: “Eh, ada kebocoran di sini!”

“Itu bukan kebocoran,” kata Tuhan, “Itu adalah tempat air mata”.

“Untuk apa air mata?” tanya malaikat lagi..

Tuhan menjawab, “Air mata adalah cara untuk ibu mengekspresikan kesenangannya, kesedihannya, kekecewaannya, kesakitannya, kesepiannya, kesulitannya dan kebanggaannya.”

“Tuhan memang ahlinya…”, malaikat berkata pelan.

Air mata seorang ibu kadangkala sangat sulit untuk diekspresikan. Kadang itu adalah air mata kekecewaan, kadang air mata sukacita. Kadang air mata kemarahan, kadang air mata luapan perasaan haru ataupun air mata kesenangan yang luar biasa. Air mata ibu adalah kelemahan sekaligus kekuatannya. Dengan linangan air mata dan doa seorang ibu yang tidak putus, kita semua dibesarkan…

🙂

HAPPY MOTHER’S DAY

 

 

525010_497932393580390_152521575_n

Sadarkah Tindakan Kecilmu Berpengaruh Besar

-Renungan-
Ada seorang anak kecil yang sedang mempersiapan bekal saat semua orang sedang terlelap tidur. Anak kecil itu ingin sekali bertemu dengan Tuhan, dan untuk menemuinya, dia berpikir bahwa perjalanan yang ditempuh cukup panjang.

Anak kecil itu membawa beberapa potong roti dan 2 botol susu cokelat kesukaannya. Anak itu menunggu fajar untuk memulai perjalanannya.

Dalam perjalanan, dia melihat ada seorang kakek tua duduk di taman sambil memberi makan burung. Anak itupun mendekat dan duduk disamping lelaki tua itu.

Saat anak kecil itu mngeluarkan roti, lelaki tua itu hanya menatapnya. Lalu anak kecil itu menawarkan rotinya pada lelaki tua itu. Dia tersenyum lebar saat menerima pemberian itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.

Senyum lelaki tua itu sangat luar biasa sehingga menarik perhatian anak ini. Anak kecil itu menjadi lebih bisa menikmati bekalnya. Karena sangat senang, anak kecil itu menawarinya sebotol susu.

Lelaki tua itu menyambutnya dengan senyum yang istimewa. Senyum yang indah.

Saat matahari akan tenggelam, mereka berdua beranjak pulang. Sebelum melangkahka kakinya lebih jauh, anak kecil itu berbalik dan memeluk lelaki tua itu. Hanya senyuman lebar tanpa kata yang lelaki tua itu berikan.

Setibanya di rumah, ibu anak kecil itu merasa heran melihat anaknya sangat gembira dan tanpa ditanya anak itu berkata, “Bu, hari ini saya makan siang bersama Tuhan di taman. Senyumnya sangat indah, senyum yang belum pernah aku lihat selama ini.”

Sebaliknya, saat lelaki tua itu tiba di rumah, dia bercerita dengan keluarganya, “Hari ini aku makan roti dan minum sebotol susu bersama Tuhan di taman. Dan ternyata dia sangat muda dari yang kuduga.”

Kadang kita tidak pernah menyadari bahwa senyuman, perkataan, perhatian kecil, dan pemberian yang tulus itu sangat berarti bagi orang lain. Semua hal itu dapat mengubah kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

So mulai hari ini jangan galak2 .. jangan jutek2 .. tersenyum & bagiin kasih Tuhan ke orang2 yang kamu temui 🙂

—————————————————————————————————————————————————————–
409535_2307468586078_1830238706_1421839_1684832799_n

Amsal 15:1. Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.

Amsal 15:18. Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.

 

sumber : yesHEis.com Indonesai

Jadilah Tenang

Alkisah pada suatu hari .. saat para penambang sedang menggali, tiba-tiba aliran listrik terputus dan semua lampu menjadi padam. Mereka tidak dapat melihat apa-apa. Kepanikan pun terjadi di antara mereka, beberapa orang berusaha menyelamatkan diri dengan berlari tetapi usaha tersebut sia-sia, mereka hanya menabrak dinding terowongan tersebut karena kegelapan begitu pekat sehingga mere

ka tidak tahu arah yang dituju. Mereka berteriak-teriak dan berlari kesana kemari, dan usaha itu pun gagal.

Mereka semua merasa kelelahan, duduk terkulai dan merasa tidak ada harapan. Tetapi tidak lama kemudian seseorang diantara mereka mengatakan “Lebih baik kita semua duduk tenang dan berusaha merasakan hembusan angin. Kita tahu bahwa angin hanya bisa masuk melalui pintu tambang ini.” Mereka pun duduk dengan tenang, pada awalnya mereka kesulitan untuk merasakan angin dan tidak merasakan apa-apa. Tetapi lama kelamaan mereka menjadi lebih peka dan mulai merasakan hembusan angin. Semakin mereka menenangkan hati dan pikiran mereka, semakin mereka merasakan hembusan angin yg bertiup dari pintu tambang. Akhirnya mereka semua dapat menemukan pintu tambang tersebut dan dapat keluar dari sana.

Kehidupan kita di dunia ini tidak jauh berbeda dengan para penambang tersebut. Di sela-sela kehidupan kita,terkadang kita mengalami saat saat dimana kita mengalami kepanikan, keputusasaan bingung dan menjadi gelisah saat datang kesulitan dan pencobaan. Jiwa kita merasakan kepenatan yang luar biasa, dan jalan keluar tidak kunjung ada. Hanya ketika kita mencari Tuhan jiwa kita menjadi tenang. Rasakan lebih dalam bisikan Tuhan, Dia membimbing kita ketika dalam pencobaan, dan kita akan mendapatkan pemecahan atas masalah yang kita hadapi.

Duduklah dengan tenang di kaki Tuhan, pejamkan mata dan berdoa, Tenanglah jiwaku dalam naungan sayapMu. Yes 30:15 “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”

——————————————————————————————————————————————————————–

keep_calm_and_pray_on_postcard-p239136707443276779z85wg_400

I Petrus 4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

 

sumber : yesHEis.com Indonesia

 

Tuhan Tak Pernah Meninggalkan Kita

-Kisah-

Roni Bersama ayahnya sangat suka berpergian bersama. Bagi Roni bepergian bersama ayahnya adalah momen terbaik karena mereka bisa bercerita banyak di mobil, masa muda ayahnya dapat iya dengarkan ketika mereka bersama. Beliau seak

an tidak pernah kehabisan akal untuk menceritakan berbagai hal menarik.

Suatu hari Roni dan ayahnya berkendara menuju sebuah tempat dengan mengendarai mobil, Roni lah yang mengemudikan mobil tersebut. Di tengah perjalanan mereka, terlihat awan kelam menyelimuti langit dan angin kencang. Langit semakin gelap dan awan bertiup kencang kemudian turun hujan yang sangat lebat, badai itu begitu hebat. Terlihat beberapa kendaraan mulai menepi, Roni dengan wajah gelisah bertanya kepada ayahnya “Ayah apakah kita juga menepi?” “Teruslah mengemudi” jawab ayahnya dengan singkat. Roni terus mengemudi, angin semakin kencang dan pohon-pohon mulai tumbang suasana semakin menakutkan, terlihat mobil-mobil besar mulai menepi. Roni bertanya lagi kepada ayahnya “Ayah bagaimana ini?” tanyanya dengan resah. “Teruslah mengemudi” sahut ayahnya dengan terus melihat kedepan. Hujan semakin deras, jarak pandang semakin sulit untuk melihat dan angin begitu hebat mengguncang mobilnya.

Roni berusaha mengemudikan mobilnya dengan perlahan, setelah beberapa kilometer cuaca mulai membaik dan hujan sudah berhenti dan akhirnya mereka sampai di daerah yang kering dan matahari bersinar. “Sekarang kalau kau mau berhenti dan keluar silahkan” kata ayahnya sambil tersenyum. “Kenapa sekarang?” tanya Roni heran. “Agar kau bisa melihat keadaan dirimu seandainya kamu berhenti di tengah badai”. Roni pun keluar dari mobil dan melihat dibelakangnya badai terus berlangsung, ia teringat mobil-mobil yang berhenti disana. “Jangan pernah berhenti walaupun di tengah badai”

Dalam menjalani hidup ini, kita selalu ditemani olah Bapa sorgawi dan terus menyertai kita dalam kesulitan. Bapa memberikan kita tangannya untuk mendampingi kita. Sebesar apapun masalah anda, teruslah berjalan menghadapi itu karena ada Bapa yang mendampingi kita semua. Percayalah di depan sana terdapat cahaya dan suasana tenang yang menanti.

Tanpa badai hidup kita tidak dapat memahami arti mengandalkan Tuhan dalam segala keadaan

182298_496713360368960_1042261192_n
———————————————————————————————————————————————————————-
Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Renungan Harian : LONCENG DAN KERETA SALJU

santa8l-edit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Renungan Harian- Senin, 17 Desember 2012

Baca: Mazmur 100:1-5

Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mazmur 100:3)

Bacaan Alkitab Setahun:
Filipi
Apa lagu Natal favorit Anda? Banyak orang senang menyanyikan lagu Jingle Bells, bahkan menjadikannya bagian dari ibadah perayaan Natal. Tahukah Anda bahwa lirik asli lagu ini bercerita tentang asyiknya naik kereta salju dengan lonceng yang berdentang sepanjang jalan? Sama sekali tak berkaitan dengan kelahiran Yesus. Memang dalam bahasa Indonesia liriknya diubah, tetapi, entah berapa banyak orang yang menyadarinya. Kerap sesudah menyanyikan lirik bahasa Indonesia, orang menyambungnya dengan lirik bahasa Inggris.

Bukan hanya saat Natal, mungkin saja kita memang jarang berpikir panjang tentang apa yang kita nyanyikan saat ibadah. Tidak demikian halnya dengan pemazmur. Ia menasihati jemaat yang datang beribadah: Ketahuilah siapa Tuhan yang kamu sembah dan siapa kamu di hadapan-Nya! (ayat 3). “Ketahuilah” di sini bukan sekadar mengetahui informasi tentang Tuhan, tetapi mengenal Dia dengan karib, sehingga ketika ada pernyataan-pernyataan yang keliru tentang Dia, kita dapat segera meluruskannya. Jemaat harus tahu jelas kepada siapa penyembahan mereka ditujukan. Penghormatan, rasa syukur, dan pujian sejati lahir dari pengenalan yang karib akan Pribadi dan karya Tuhan.

Tanpa pikir panjang, kita bisa memiliki cara pandang atau membuat pernyataan yang keliru tentang Tuhan. Mempersiapkan Natal di tempat kita masing-masing, mari pikirkan baik-baik acara-acara perayaan yang diadakan, serta lagu-lagu yang diperdengarkan. Apakah Pribadi dan karya Tuhan dinyatakan dengan benar di sana? Apakah melaluinya orang akan dibawa untuk mengakui kebesaran Tuhan, makin mengasihi dan menghormati-Nya?—LIT

APA YANG KITA NYATAKAN TENTANG TUHAN
MENGGAMBARKAN APA YANG KITA PIKIRKAN TENTANG DIA.

Sumber : Lily Teofilus-http://www.renunganharian.net